BeritaPendidikan

Mengenal Folu Net Sink 2030

24
×

Mengenal Folu Net Sink 2030

Share this article
Hutan. Foto: Pixabay
Hutan. Foto: Pixabay

Barisan.id, – Indonesia memiliki ambisi untuk menurunkan emisi secara nasional hingga mencapai 31,89 persen melalui upaya sendiri dan hingga 43,2 persen dengan bantuan internasional pada tahun 2030. Ambisi ini berusaha diwujudkan melalui berbagai cara dengan melibatkan banyak pihak.

Target penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) tersebut dituangkan dalam dokumen resmi yang menjadi panduan nasional, yaitu Nationally Determined Contribution (NDC) atau Kontribusi yang Ditetapkan Secara Nasional. Target penurunan emisi ini terutama difokuskan pada sektor kehutanan.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah merumuskan kebijakan dan program untuk mempercepat pencapaian target tersebut. Salah satunya adalah kebijakan Forestry and Other Land Use Net Sink 2030 (FOLU Net Sink 2030).

Kebijakan FOLU Net Sink 2030 diluncurkan untuk mempercepat penurunan emisi di sektor kehutanan yang merupakan sumber utama emisi. Sektor ini dibebani target untuk menyumbang hingga 60 persen dari total penurunan emisi GRK, seperti yang tercantum dalam NDC.

Dengan implementasi FOLU Net Sink 2030, diharapkan pada tahun 2030 sektor kehutanan Indonesia dapat mencapai kondisi yang diinginkan, yaitu tingkat penyerapan GRK yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat emisi yang dihasilkan pada waktu yang sama.

Apa itu Folu Net Sink

FOLU adalah singkatan dari “Forestry and Other Land Use” atau hutan dan pemanfaatan lahan lainnya. Dalam dokumen pengurangan emisi atau kontribusi yang ditetapkan secara nasional (NDC), FOLU merupakan salah satu dari lima sektor program mitigasi krisis iklim.

Lalu, apa itu FOLU Net Sink atau FOLU Carbon Net Sink secara lengkap? Carbon Net Sink adalah penyerapan karbon bersih yang mengacu pada jumlah emisi karbon yang diserap jauh lebih banyak daripada yang dilepaskan. Jadi, FOLU Net Sink adalah kondisi ketika sektor lahan dan hutan menyerap lebih banyak karbon daripada yang dilepaskannya.

Cara Mencapai Folu Net Sink

Untuk mencapai FoLU Net Sink, diperlukan upaya strategis yang melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat. Berikut adalah beberapa langkah penting yang dapat diambil:

  1. Penghentian Deforestasi

Deforestasi adalah salah satu penyebab utama emisi gas rumah kaca dari sektor kehutanan. Langkah pertama yang harus diambil adalah menghentikan deforestasi ilegal dan mengurangi konversi hutan menjadi lahan pertanian atau perkebunan. Ini dapat dilakukan dengan memperkuat kebijakan perlindungan hutan, penegakan hukum yang lebih ketat, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga hutan.

  1. Reforestasi dan Aforestasi

Reforestasi adalah penanaman kembali hutan di area yang telah ditebang, sedangkan aforestasi adalah penanaman hutan di lahan yang sebelumnya tidak pernah ditumbuhi hutan. Kedua kegiatan ini penting untuk meningkatkan serapan karbon oleh hutan. Program reforestasi dan aforestasi harus mempertimbangkan jenis pohon yang ditanam agar sesuai dengan kondisi ekosistem setempat.

  1. Pengelolaan Lahan Secara Berkelanjutan

Pengelolaan lahan secara berkelanjutan melibatkan praktik pertanian, perkebunan, dan kehutanan yang ramah lingkungan. Ini termasuk teknik agroforestri, rotasi tanaman, dan pemulihan lahan terdegradasi. Pengelolaan lahan yang baik dapat mengurangi emisi dari sektor penggunaan lahan dan meningkatkan kapasitas lahan untuk menyerap karbon.

  1. Peningkatan Kebijakan dan Regulasi

Pemerintah memiliki peran krusial dalam mencapai FoLU Net Sink melalui kebijakan dan regulasi yang mendukung. Ini mencakup pengembangan strategi nasional untuk pengurangan emisi dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan, serta implementasi insentif bagi praktik pengelolaan lahan yang berkelanjutan.

FoLU Net Sink adalah langkah penting dalam upaya global untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan mencapai keberlanjutan lingkungan. Dengan menghentikan deforestasi, melakukan reforestasi dan aforestasi, mengelola lahan secara berkelanjutan, serta meningkatkan kebijakan dan regulasi yang mendukung, kita dapat mencapai keseimbangan antara emisi dan serapan karbon.

Langkah-langkah ini tidak hanya membantu mengendalikan perubahan iklim, tetapi juga melindungi keanekaragaman hayati dan menjaga ekosistem yang sehat. Mari kita bekerja sama untuk mencapai FoLU Net Sink dan mewujudkan masa depan yang lebih berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Ruang Lingkup FOLU Net Sink 2030

Berdasarkan informasi dari Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia, terdapat 15 lingkup utama dari program FoLU Net Sink 2030. Program ini mencakup:

  1. Pengurangan laju deforestasi di lahan mineral
  2. Pengurangan laju deforestasi di lahan gambut dan mangrove
  3. Pengurangan laju degradasi hutan di lahan mineral
  4. Pengurangan degradasi hutan di lahan gambut dan mangrove
  5. Pembangunan hutan tanaman
  6. Pengelolaan hutan secara berkelanjutan
  7. Rehabilitasi dengan ritasi
  8. Rehabilitasi tanpa ritasi
  9. Restorasi gambut dan perbaikan tata air di lahan gambut
  10. Rehabilitasi mangrove dan aforestasi di kawasan bekas tambang
  11. Konservasi keanekaragaman hayati
  12. Perhutanan sosial
  13. Pengembangan dan pemantapan hutan
  14. Introduksi dan replikasi ekosistem, ruang terbuka hijau, serta ekoriparian
  15. Pengawasan dan penegakan hukum untuk mendukung perlindungan dan pengamanan kawasan hutan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *